Blogger Templates

Sabtu, 03 Desember 2011

kekuatiran


Renungan : Kekuatiran
Seringkali hidup kita selalu di bayangi dengan perasaan ragu, takut melangkah, kuatir akan apa yang ada di depan kita. Kuatir akan masa depan kita. Kuatir dengan pasangan hidup kita? Kuatir dengan apa yang akan kita makan besok? Kuatir dengan rencana Tuhan. Kita memandang masalah kita besar dan Allah itu kecil.
Sebenarnya kekuatiran hanya akan memperburuk keadaan kita. Banyak penelitian mengatakan penyebab utama terjadinya stres adalah kekuatiran.
Mark Twain pernah mengatakan, “Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin.” Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.
Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.
Ironisnya, kebanyakan orang berharap pada orang lain untuk melepaskan diri dari rasa kuatir ini. Akibatnya seringkali berujung pada kekecewaan. Tidak ada orang yang bisa menolong kita untuk itu, selain kita sendiri, terutama apa yang menjadi titik fokus perhatian kita dalam memandang sebuah masalah.
Betapa seringnya kita memandang hanya kepada masalah dan lupa memperhatikan apa yang masih kita miliki. Kita cenderung lebih mementingkan sisi negatif daripada mengarahkan fokus kepada hal-hal positif dalam hidup kita. Dan Yesus pun mengingatkan hal ini. Kemana kita memandang akan sangat menentukan keadaan perasaan kita. Masalah bisa saja besar, tetapi jangan lupa bahwa kita punya Bapa yang kuasaNya jauh melebihi apapun di alam semesta ini.
Ketakutan tidaklah membawa manfaat apa-apa. Malah perasaan seperti itu bisa membuat kita semakin terpuruk. Oleh karena itu berhentilah memandang kepada masalah, dan arahkan pandangan kepada Tuhan yang sangat mengasihi kita. Berhentilah takut apalagi putus asa, teruslah hidup dalam pengharapan penuh kepadaNya. Jika burung saja Tuhan pelihara, jika bunga bakung saja tumbuh tanpa harus bekerja, jika rumput yang umurnya jauh lebih singkat saja didandani Tuhan dengan indahnya, apalagi kita yang diciptakan secara istimewa olehNya. Jika demikian mengapa kita harus takut?
Dia mengerti pergumulan kita dan Dia selalu siap untuk mengangkat kita keluar dari masalah yang membebani kita. "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7). Percayakan sepenuhnya hidup kita ke dalam tanganNya dan yakinilah bahwa Tuhan pasti sanggup untuk menolong kita.
Jangan kuatir, apalagi menyerah pada keadaan, karena ada Yesus yang senantiasa menyertai dan memelihara hidup kita sampai akhir zaman!

Doa : Tuhan Yesus Allah Bapa yang berkuasa atas hidup kami, jika saat ini kami sedang mengalami kekuatiran dan pergumulan, ajarlah kami untuk menyerahkan segala kekuatiran kami hanya ke dalam tanganMU ya Bapa. Yang kuatir akan sakitnya Tuhan sembuhkan, yang kuatir akan masa depannya Tuhan rancangkan rancangan damai sejahtera dan bukan kegagalan, yang kuatir akan pasangan hidupnya Tuhan berikan pasangan yang mengasihi dan berasal hanya dari Tuhan, yang kuatir akan orangtua dan saudara-saudaranya Tuhan menutup bungkus dengan kasih dan damai sejatera, yang kuatir akan hari-hari esoknya Tuhan berkata janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari". Tuhan ajar kami selalu mengandalkan Engkau dan bukan diri kami sendiri. Ajar kami selalu memandang masalah itu kecil dan Engkau besar Tuhan. Ampun atas dosa kami, ampun karena kami menganggap diri kami lebih besar daripada kuasaMu Tuhan. Layakanlah kami untuk Kau pulihkan ya Bapa, layakanlah kami untuk Kau pelihara ya Bapa. Kami percaya hanya karena Engkaulah kami masih diberi kekuatan, dan kami sadar Tuhan, kami tidak akan menyerah dengan keadaan. Kami percaya Engkau yang membuka jalan dan menjadi damai sejahtera kami. Haleluya, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar